ikan buntal

Kerajaan:Animalia
Filum:Chordata
Upafilum:Vertebrata
Kelas:Actinopterygii
Upakelas:Neopterygii
Infrakelas:Teleostei
Ordo:Tetraodontiformes
Famili:Tetraodontidae

Tetraodontidae adalah sebuah famili dari ikan muara dan laut yang berasal dari ordo Tetraodontiformes.. Secara morfologi, ikan-ikan serupa yang termasuk dalam famili ini serupa dengan ikan landak yang memiliki tulang belakang luas yang besar (tidak seperti tulang belakang Tetraodontidae yang lebih tipis, tersembunyi, dan dapat terlihat ketika ikan ini menggembungkan diri). Nama ilmiah ini merujuk pada empat gigi besar yang terpasang pada rahang atas dan bawah yang digunakan untuk menghancurkan cangkang krustasea dan moluska, mangsa alami mereka. Ikan buntal secara umum dipercayai sebagai vertebrata paling beracun kedua di dunia setelah Katak Racun Emas. Organ-organ dalam seperti hati dan kadang kulit mereka sangat beracun bagi sejumlah hewan jika dimakan, namun daging beberapa spesies ikan ini dijadikan sebagai makanan di Jepang (disebut 河豚, diucapkan fugu), Korea (disebut bok), dan Cina (disebut 河豚 he2 tun2) dan disiapkan oleh juru masak yang tahu bagian tubuh mana yang aman dimakan dan seberapa banyak kadarnya.
 Tetraodontidae terdiri dari sedikitnya 121 spesies ikan buntal yang terbagi dalam 20 genera.[1] Ikan ini banyak ragamnya di perairan tropis dan tidak umum dalam di perairan zona sedang dan tidak ada di perairan dingin. Mereka memiliki ukuran kecil hingga sedang, meski beberapa spesies memiliki panjang lebih dari 100 sentimeter (39 in)


ikan belanak

Kerajaan:Animalia
Filum:Chordata
Kelas:Actinopterygii
Ordo:Mugiliformes
Famili:Mugilidae
Genus:Moolgarda
Spesies:M. seheli
Nama binomial
Moolgarda seheli
(Forsskål1775)
Belanak (Moolgarda seheli, sinonim Valamugil seheli (Forsskål1775); suku Mugilidae) adalah sejenis ikan laut tropis dan subtropis yang bentuknya hampir menyerupai bandeng. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai blue-spot mullet atau blue-tail mullet.

ciri umum 
Ikan belanak secara umum bentuknya memanjang agak langsing dan gepeng. Sirip punggung terdiri dari satu jari-jari keras dan delapan jari-jari lemah. Sirip dubur berwarna putih kotor terdiri dari satu jari-jari keras dan sembilan jari-jari lemah. Bibir bagian atas lebih tebal daripada bagian bawahnya ini berguna untuk mencari makan di dasar/organisme yang terbenam dalam lumpur (kriswantoro dan Sunyoto, 1986). Ciri lain dari ikan belanak yaitu mempunyai gigi yang amat kecil, tetapi kadang-kadang pada beberapa spesies tidak ditemukan sama sekali.

Daerah penyebaran
Belanak tersebar di perairan tropis dan subtropis (FAO, 1974 dalam Adrim et al., 1988), juga ditemukan di air payau dan kadang-kadang di air tawar (Iversen, 1976). Di kawasan Pasifik belanak ditemukan di FijiSamoaNew Caledonia dan Australia. Sedangkan di Asia, banyak ditemukan di IndonesiaIndiaFilipinaMalaysia dan Srilangka.

ikan Baronang


Baronang (Siganus Sp.)adalah ikan laut yang termasuk famili Siginidae. Ikan beronang dikenal oleh masyarakat dengan nama yang berbeda-beda satu sama lain seperti di Pulau Seribu dinamakan kea-kea, di Jawa Tengah dengan nama biawas dan nelayan-nelayan di Pulau Maluku menamakan dengan sebutan samadar. Baronang ditemukan di perairan dangkal laguna di Indo-Pasifik dan timur Mediterania. ikan ini dalam bahasa inggris disebut rabbitfish hal ini karena pemakan tumbuh-tumbuhan (rumput laut) yang rapi seperti dipangkas mesin rumput kecil. Baronang merupakan salah satu ikan yang menjadi favorit bagi para pemancing di laut.


 ciri-ciri :
Ikan baronang termasuk herbivora , panjang tubuh ikan baronang dewasa mencapai 20–45 cm, tubuhnya membujur dan memipih lateral, dilindungi oleh sisik-sisik yang kecil, mulut kecil posisinya terminal. Rahangnya dilengkapi dengan gigi-gigi kecil. Punggungnya dilengkapi oleh sebuah duri yang tajam mengarah ke depan antara neural pertama dan biasanya tertanam di bawah kulit. Duri-duri ini dilengkapi dengan kelenjar bisa/racun pada ujungnya. Racun hewan ini tidak mematikan hidup manusia dewasa, tetapi dapat menyebabkan sakit parah. meskipun duri ikan baronang beracun tetapi daging hewan ini aman untuk dikonsumsi.
Namun tidak terlepas ikan ini juga memakan tahi(tinja) kotoran apa bila hidup dekat pesisir/laut dangkal.
Di Indonesia secara umum dikenal Baronang susu (Siganus canaliculatus), baronang tompel (Siganus guttatus) dan baronang angin (Siganus javus), dari ketiga jenis itu yang paling banyak ditemui adalah baronang susu. Selain itu terdapat baronang lada (Siganus stellatus), baronang batik (Siganus vermiculatus), baronang kalung (Siganus virgatus), baronang kunyit dll namun, lantaran populasinya sudah langka, jenis-jenis yang terakhir ini jarang.

ikan Baracuda

Kerajaan:Animalia
Filum:Chordata
Kelas:Actinopterygii
Ordo:Perciformes
Famili:Sphyraenidae
Genus:Sphyraena
Klein, 1778
Spesies
Barakuda adalah ikan dalam kelas Actinopterygii yang dikenal berwujud menyeramkan dan berukuran tubuh besar, yaitu sampai panjang enam kaki dan lebar satu kaki.[2] Tubuhnya panjang dan ditutupi oleh sisik yang halus. Ikan ini dapat ditemukan di samudra tropis dan subtropis di seluruh dunia. Barakuda adalah anggota genus Sphyraena, satu-satunya genus dalam familia Sphyraenidae.
Ada 26 spesies barakuda yang diketahui:

ikan bandeng


Kerajaan:Animalia
Kelas:Actinopterygii
Ordo:Gonorynchiformes
Famili:Chanidae
Genus:Chanos
Lacépède, 1803
Spesies:C. chanos
Nama binomial
Chanos chanos
(Forsskål, 1775)

Ikan bandeng (Chanos chanos) adalah ikan pangan populer di Asia Tenggara. Ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam suku Chanidae (bersama enam genus tambahan dilaporkan pernah ada namun sudah punah)[1]. Dalam bahasa Bugis dan Makassar dikenal sebagai ikan bolu, dan dalam bahasa Inggris milkfish)
Mereka hidup di Samudera Hindia dan Samudera Pasifik dan cenderung berkawanan di sekitar pesisir dan pulau-pulau dengan terumbu koral. Ikan yang muda dan baru menetas hidup di laut selama 2–3 minggu, lalu berpindah ke rawa-rawa bakau berair payau, dan kadangkala danau-danau berair asin. Bandeng baru kembali ke laut kalau sudah dewasa dan bisa berkembang biak.
Ikan muda disebut nener (IPA : nənər ) dikumpulkan orang dari sungai-sungai dan dibesarkan di tambak-tambak. Di sana mereka bisa diberi makanan apa saja dan tumbuh dengan cepat. Setelah cukup besar (biasanya sekitar 25–30 cm) bandeng dijual segar atau beku. Bandeng diolah dengan cara digoreng, dibakar, dikukus, dipindang, atau diasap.


ikan ayam ayam


Kerajaan:Animalia
Filum:Chordata
Kelas:Actinopterygii
Ordo:Tetraodontiformes
Upaordo:Tetraodontoidei
Famili:Balistidae
Genus:Abalistes
Spesies:A. stellaris

Abalistes stellaris

(Bloch & J. G. Schneider, 1801)

    Ayam-ayam (Abalistes stellaris), dikenal pula sebagai ikan etongjebong, atau kambing-kambing adalah ikan laut komsumsi populer yang biasa diolah sebagai ikan bakar. Ikan ini biasa ditemukan di perairan hangat kawasan Indo-Pasifik, mulai dari Laut Merah sampai Samudera Pasifik bagian barat.
Ukuran rata-rata adalah 40 cm, tetapi dapat mencapai 60 cm (jantan). Sirip punggung memiliki 25-27 jari-jari sedangkan di sirip anal terdapat 24-26 jari-jari. Sisiknya cenderung besar di dekat sirip perut. Ikan ini memiliki patil di bagian belakang tubuhnya.
Sifat hidup demersal (hidup di laut dasar) dan amphidromous (bermigrasi dari perairan asin dan perairan tawar). Hidup menyukai terumbu karang dekat hewan spons atau alga laut, serta dasar berpasir.
Ikan ini biasa tertangkap jaring yang lalu dijual segar atau dikeringkan menjadi ikan asin.
Jenis ikan lain yang mirip dan diberi nama sama adalah Abalistes stellatus dan A. filamentosus.